Bawaslu Jabar Perkuat Pencegahan Sengketa Pemilu Lewat Mediation Clinic

Rabu, 4 November 2026

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Bawaslu Jabar memperkuat pencegahan sengketa Pemilu lewat Mediation Clinic dan SIGAP PDPPB/Ilustrasi: Suaraparahyangan.com

Bawaslu Jabar memperkuat pencegahan sengketa Pemilu lewat Mediation Clinic dan SIGAP PDPPB/Ilustrasi: Suaraparahyangan.com

SuaraParahyangan.com, BANDUNG-Bawaslu Jawa Barat memperkuat upaya pencegahan sengketa proses Pemilu. Penguatan dilakukan melalui pengembangan layanan Mediation Clinic dan pengawasan Pemutakhiran Data Partai Politik Berkelanjutan (PDPPB).

Langkah itu diwujudkan lewat lima agenda peningkatan kapasitas dan konsolidasi pengawasan pada Agustus hingga Oktober 2026.

Kegiatan Digelar di Lima Wilayah Jawa Barat

Kegiatan tersebut digelar di Kota Sukabumi, Kota Cirebon, Kabupaten Purwakarta, Kabupaten Bandung, dan Kota Tasikmalaya. Agenda ini melibatkan jajaran Bawaslu Kabupaten/Kota se-Jawa Barat.

Koordinator Divisi Penyelesaian Sengketa Bawaslu Jabar Harminus Koto mengatakan pencegahan sengketa perlu dilakukan dengan kemampuan membaca potensi persoalan sejak dini.

“Pengawas pemilu dituntut memiliki kepekaan membaca potensi persoalan, mulai dari perbedaan data, multitafsir regulasi, kepengurusan ganda, hingga keabsahan dokumen administratif partai politik,” ujar Harminus.

Mediation Clinic Jadi Ruang Konsultasi Partai Politik

Menurutnya, Mediation Clinic menjadi ruang konsultasi dan edukasi bagi partai politik terkait regulasi serta mekanisme penyelesaian sengketa proses Pemilu. Bawaslu Kabupaten/Kota diarahkan membentuk unit pelaksana dengan dukungan sarana konsultasi, jadwal layanan, pencatatan, dan pelaporan.

SIGAP PDPPB Integrasikan Pengawasan Data Partai

Selain itu, Bawaslu Jabar memperkuat pengawasan PDPPB Semester I Tahun 2026. Penguatan dilakukan melalui pencermatan data SIPOL, dokumen kepengurusan, keberadaan kantor tetap, serta koordinasi dengan KPU dan partai politik.

Dari pengawasan tersebut dikembangkan SIGAP PDPPB, yaitu Strategi Integrasi Pengawasan Pemutakhiran Data Partai Politik Berkelanjutan untuk Mitigasi Sengketa Proses Pemilu. Inovasi ini mengintegrasikan proses pengawasan mulai dari perolehan data, pemeriksaan dokumen, hingga pemantauan tindak lanjut.

“Melalui SIGAP PDPPB, hasil pengawasan dapat menjadi peringatan dini kepada KPU dan partai politik agar potensi persoalan dapat ditindaklanjuti sebelum memasuki tahapan resmi,” jelas Harminus.

Pengawasan Berbasis Data dan Berkelanjutan

Bawaslu Jawa Barat berharap integrasi Mediation Clinic dan pengawasan PDPPB dapat memperkuat pencegahan sengketa. Harapannya, pengawasan berjalan berbasis data, terukur, dan berkelanjutan.

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊


Berita Terbaru

Sejarah Kabupaten Tasikmalaya dari Sukapura bermula 26 Juli 1632 berkat keberanian Ki Wirawangsa hingga berubah nama pada 1913/Foto: Dokumen Pemkab Tasimalaya

Carios Buhun

Jejak Sukapura Hingga Menjadi Kabupaten Tasikmalaya

Kamis, 5 Nov 2026 - 08:41

Pantai Pasir Putih Pangandaran di Cagar Alam Pananjung menawarkan pasir putih, air jernih, dan kera liar yang jadi daya tarik wisata/Foto: Indonesia Kaya

Jelajah Parahyangan

Pantai Pasir Putih Pangandaran, Pesona Alami di Cagar Alam Pananjung

Rabu, 4 Nov 2026 - 07:37